VISI MISI HSE INDONESIA

Visi

MERESPON PEMBANGUNAN DALAM MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP NORMA BUDAYA KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN GUNA TERCIPTANYA KWALITAS BANGSA YANG BERDAYA SAING


Misi

MENJADI FASILITATOR, KATALISATOR DAN DINAMISATOR, DALAM MENINGKATKAN BUDAYA KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN


7 Pilar

HSE Indonesia lahir sebagai gerakan nasional untuk membudayakan keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup (K3L) di seluruh lapisan masyarakat. Dalam menjalankan misi ini, HSE Indonesia berpegang teguh kepada 7 Pilar yang menjadi panduan sikap, tindakan, dan perjuangan semua anggotanya. Pilar-pilar ini bukan hanya berlaku di dunia kerja, tetapi juga di komunitas, rumah, jalan raya, sekolah, hingga ruang-ruang sosial masyarakat.

Dengan berpijak pada visi "meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap norma budaya K3L untuk bangsa yang berdaya saing" dan misi "sebagai fasilitator, katalisator, dan dinamisator budaya K3L", inilah makna mendalam dari 7 Pilar HSE Indonesia:


Dengan berpegang pada Komitmen, Konsisten, Disiplin, Loyal, Jujur, Mempengaruhi dan Dipengaruhi, serta Tanggung Jawab, setiap anggota HSE Indonesia menjadi obor kecil yang menerangi jalan perubahan budaya keselamatan bangsa. Karena bersama, HSE Indonesia yakin: "Bersama Pasti Bisa!"

1. Komitmen

Komitmen adalah janji dalam hati untuk selalu menjunjung tinggi keselamatan dan kesehatan dalam setiap aspek kehidupan. Bagi anggota HSE Indonesia, komitmen ini berarti:

1.      Menjadi pribadi yang sadar dan peduli K3L di manapun berada,

2.      Menjadikan keselamatan bukan sekadar tugas, melainkan bagian dari identitas diri,

3.      Menepati janji kepada masyarakat bahwa kita hadir untuk menjaga dan memperjuangkan hidup yang lebih selamat dan sehat.


Kenapa penting?

Karena perubahan budaya keselamatan di masyarakat hanya mungkin terjadi bila dimulai dari komitmen pribadi setiap pejuangnya.

2. Konsisten

Konsisten berarti tetap berpegang pada nilai-nilai K3L dalam segala situasi, baik dalam keadaan formal (saat kampanye, pelatihan) maupun informal (sehari-hari). Sebagai anggota HSE Indonesia, konsistensi artinya:

1.      Tidak berubah-ubah dalam mempromosikan keselamatan,

2.      Terus mengingatkan kebaikan walau mungkin menghadapi penolakan,

3.      Menunjukkan bahwa keselamatan adalah prinsip hidup, bukan sekadar slogan saat acara.


Kenapa penting?

Karena konsistensi melahirkan kepercayaan masyarakat terhadap gerakan HSE Indonesia.

3. Disiplin

Disiplin adalah kemampuan menjaga diri untuk selalu berperilaku aman dan sehat meskipun tidak ada yang mengawasi. Dalam konteks sosial, disiplin berarti:

1.      Hadir disetiap pertemuan-pertemuan keselamatan yang diadakan baik melalui tatap muka dan juga online serta meminta ijin bila berhalangan hadir

2.      Berpartisipasi mengikuti kegiatan-kegiatan organisasi

3.      Mengikuti prosedur-prosedur organisasi.

4.      Sebagai anggota HSE Indonesia, kita harus menjadi contoh nyata kedisiplinan, bukan hanya pengingat.


Kenapa penting?

Karena budaya keselamatan di masyarakat tumbuh dari perilaku sehari-hari yang disiplin.

4. Loyal

Loyal artinya setia kepada nilai keselamatan, kesehatan, dan perlindungan lingkungan tanpa pamrih. Loyalitas ini diwujudkan dengan:

1.      Konsisten memperjuangkan K3L meskipun ada tantangan atau ketidakpedulian masyarakat,

2.      Tidak pernah bosan menyuarakan pentingnya hidup selamat,

3.      Membangun solidaritas di antara anggota dan masyarakat untuk tujuan keselamatan bersama.


Kenapa penting?

Karena tanpa loyalitas, gerakan perubahan akan mudah goyah di tengah jalan.

5. Jujur

Jujur berarti bersikap terbuka dan apa adanya dalam segala aktivitas HSE. Dalam masyarakat, kejujuran ini tampak dalam:

1.      Melaporkan kondisi lingkungan yang berisiko tanpa takut,

2.      Mengakui kelemahan yang perlu diperbaiki,

3.      Memberikan edukasi keselamatan secara jujur, tanpa melebih-lebihkan atau menakut-nakuti.

4.      Memberikan keterangan yang benar tidak menutup-nutupin sesuatu


Kenapa penting?

Karena kejujuran membangun kredibilitas organisasi HSE Indonesia di mata masyarakat.

6. Mempengaruhi dan Dipengaruhi

Sebagai agen perubahan, kita harus:

1.      Mempengaruhi masyarakat untuk mengadopsi perilaku aman dengan cara yang persuasif, penuh hormat, dan santun,

2.      Membuka diri dipengaruhi oleh masukan masyarakat tentang cara yang lebih efektif menyampaikan pesan keselamatan.

3.      Mempunyai kemampuan mengkomunikasikan dan menyebarkan pengetahuan K3L kepada Masyarakat

Ini menciptakan hubungan timbal balik yang sehat dan mempercepat perubahan budaya.


Kenapa penting?

Karena keselamatan bukan soal menggurui, melainkan membangun kesadaran bersama.

7. Tanggung Jawab

Tanggung Jawab berarti sadar bahwa kita semua punya andil dalam menjaga keselamatan dan kesehatan lingkungan sekitar. Sebagai anggota HSE Indonesia, tanggung jawab itu mencakup:

1.        Mengedukasi keluarga, tetangga, komunitas tentang bahaya dan cara pencegahannya,

2.        Melindungi anak-anak dan kelompok rentan dari risiko kecelakaan,

3.        Mengambil peran aktif dalam program-program HSE di masyarakat.

4.        Bertanggungjawab atas setiap program kerja yang diberikan kepada pengurus HSEI


Kenapa penting?

Karena keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas petugas atau pemerintah.

PEMBINAAN K3

Pembinaan K3 tidak hanya dilakukan di dunia usaha dunia industri namun HSEI juga melkukan pengenalan K3 di sekolah-sekolah, pesantren-pesantren, panti assuhan,  Masyarakat sekitar, mengedukasi K3 melalui kegiatan-kegitatan pameran, expo juga  berbagai media sosial yang dimiliki, tulisan-tulisan K3 disurat kabar, majalah, radio-radio maupun pembuatan bulletin serta buku-buku K3 seperti ini dengan tujuan membantu pmerintah Indonesia membudayakan K3 di Masyarakat.

K3L merupakan salah satu bagian dari manajemen sebuah perusahaan. Di perusahaan, manajemen K3L biasanya dipimpin oleh seorang manajer K3L, yang bertugas        untuk            merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan seluruh program kerja K3L.

Untuk memenuhi kebutuhan perusahaan akan prosedur heallth & safety environment,    HSE INDONESIA  memberikan berbagai layanan yang bisa digunakan oleh perusahaan. Selain Jasa konsultan juga memberikan pelatihan untuk karyawan perusahaan.

Didukung oleh Konsultan, Trainer yang berpengalaman dibidangnya serta  memiliki kompetensi, HSE INDONESIA berkomitmen berkembang menjadi konsultan & pelatihan yang mengedepankan pelayanan prima dan kepuasaan pelanggan.

JASA KONSULTAN K3L

    1.      Jasa penyusunan dokumen CSMS / K3LL (kesehatan keselamatan kerja dan lindung lingkungan)

    2.      Konsultasi Penerapan SMK3 sesuai PP Nomer 50 Tahun 2012

    3.      Konsultansi Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP)

    4.      Jasa penyusunan Job Safety Analysis (JSA) & HIRADC/IBPR

    5.      Konsultansi Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) berdasarkan ISO 45001 : 2018

    6.      Seminar/Webinar Nasional

    7.      ASSESSMENT/AUDIT.

PEMBINAAN K3L

    1.      Basic of Health and Safety

    2.     Hazard Identification and Risk Assessment

    3.      Safety Inspection

    4.      Professional Accident Investigation

    5.      Emergency Response Plan (ERP)

    6.      Behavior Based Safety

    7.      First Aid at Work

    8.      LOTO

    9.      Off the Job Safety

    10.  Safety for Supervisor

    11.  Job Safety Analysis

    Untuk pembinaan HSE Indonesia melakukan secara gratis setiap sebulan sekali kegiatan Webinar Online dan setiap 2 bulan sekali melakukan seminar offline/tatap muka dengan tema K3 yang bervariasi.

PELATIHAN HSE - LANJUTAN

    1.      Sertifikasi BNSP bekerjasama dengan pihak LSP.

    2.      HIRADC/IBPR

    3.      Health and Safety Committee

    4.      Warehouse Safety Training

    5.      Safety Leadership

    6.      Safety Culture & Growth Mindset

    7.      Safety Communication

    8.      Designing Occupational Health Program in the Workplace

    9.      HSE Plan

    10.  Safety Building

    11.  Penyusunan Health and Safety Policy Documents

    12.  Work Permit

    13.  Fire Safety Management

    14.  Health and Safety Procedures

    15.  Occupational Health and Industrial Hygiene

    16.  Penyusunan Contractor’s Safety Management System

    17.  Accident Investigations and Accident Reporting

    18.  Best Practice in Office Hygiene Implementation

    19.  Manajemen Kebencanaan

    20.  Bekerja Diruang Terbatas

    21.  K3 Alat Angkat Angkut ( Crane, Forklift dll)

    22.  K3 Lingkungan Kerja

    23.  K3 Lingkungan (Hydrocarbon, MSDS dll)

    24.  ISO SERIES

    25.  K3 UMUM

    26.  K3 PERTAMBANGAN

    27.  K3 MIGAS

    28.  POP, POM, POU.

    29.  BLASTING

    30.  ENERGI

    31.  KONSTRUKSI

    32.  K3 PERKANTORAN

    33.  5R/5S

    34.  BEKERJA DIKETINGGIAN

    35.  KIKEN YOCHI/DUGA BAHAYA dan lain-lainnya.

PROFILE INSTRUKTUR
HENDRAJATI, SPd. C.STMI. S.PI. Praktisi, Trainer, Auditor, Asessor & Penulis Bukubuku K3
HENDRAJATI, SPd. C.STMI. S.PI. Praktisi, Trainer, Auditor, Asessor & Penulis Bukubuku K3
IR. Muhammad Muhajir Expert K3 Konstruksi & ISO Management
IR. Muhammad Muhajir Expert K3 Konstruksi & ISO Management
Djarot Expert & Praktisi K3 Migas
Djarot Expert & Praktisi K3 Migas
Ahmad Sutanto Expert & Praktisi Office Management, Maintenance & heavy Equipment
Ahmad Sutanto Expert & Praktisi Office Management, Maintenance & heavy Equipment

INFORMASI & PENDAFTARAN HSE INDONESIA

Jl. Tengiri 8 No 54 RT 15 RW 03 Minomartani Ngaglik Sleman Yogyakarta 55581

No telp/WA 0823-2266-4377

E-mail ; admin@hseindonesia.id 

Web : https://hseindonesia.id


Faq

Tanya Jawab

Apa itu HSE Indonesia?

HSE Indonesia adalah yayasan nasional yang bergerak di bidang Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L).

Tujuan utamanya adalah membudayakan norma keselamatan dan kesehatan di seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Kapan dan di mana HSE Indonesia berdiri?

HSE Indonesia berdiri pada tanggal 14 September 2014 di Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur. Saat ini, kantor pusat HSE Indonesia berada di Yogyakarta sejak tahun 2020.

Apa legalitas resmi HSE Indonesia?

HSE Indonesia tercatat di Kementerian Hukum dan HAM dengan Nomor: AHU-0007855.AH.01.04 dan tercatat sebagai Organisasi Kemasyarakatan dengan No: 5020050431100083.

Apa visi HSE Indonesia?

Visi HSE Indonesia adalah:

  1. Merespon pembangunan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap norma budaya keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan guna terciptanya kualitas bangsa yang berdaya saing."
  2. Menjadi komunitas profesional HSE terdepan di Indonesia yang membudayakan keselamatan kerja sebagai gaya hidup.
Apa misi HSE Indonesia?

Misi HSE Indonesia adalah:

  1. Menjadi fasilitator, katalisator, dan dinamisator dalam meningkatkan budaya keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan."
  2. Meningkatkan kesadaran keselamatan kerja untuk semua lapisan masyarakat.
  3. Menyediakan wadah belajar, berbagi, dan berkolaborasi antarprofesional HSE.
  4. Mendorong terciptanya budaya HSE berbasis action, bukan hanya teori.
  5. Memberikan dukungan nyata dalam pengembangan kompetensi HSE.
  6. Berkontribusi aktif pada tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Apa tagline resmi HSE Indonesia?

Tagline HSE Indonesia adalah:

➡️ "Bersama Pasti Bisa!"

Apa makna dari tagline "Bersama Pasti Bisa"?

Tagline "Bersama Pasti Bisa" berarti bahwa membangun budaya keselamatan tidak bisa dilakukan sendiri. (Karena keselamatan tidak bisa diperjuangkan sendiri, melainkan butuh kebersamaan.)

Perubahan besar hanya bisa tercapai bila seluruh anggota HSE Indonesia dan seluruh lapisan masyarakat bergerak bersama-sama dengan semangat kolaborasi, gotong royong, dan saling menguatkan.

Apa saja 7 Pilar HSE Indonesia?

7 Pilar HSE Indonesia adalah prinsip dasar yang harus dipegang seluruh anggota untuk membudayakan K3L, yaitu: Komitmen, Konsisten, Disiplin, Loyal, Jujur, Mempengaruhi dan Dipengaruhi, Tanggung Jawab.

Apa maksud dari masing-masing 7 Pilar HSE Indonesia?

Komitmen:

Selalu berjanji pada diri sendiri untuk menjaga dan memperjuangkan keselamatan dan kesehatan di mana saja.

Konsisten:

Tetap mempraktikkan nilai-nilai keselamatan dalam kondisi apapun, baik formal maupun informal.

Disiplin:

Melakukan perilaku aman dan sehat secara rutin, bahkan tanpa diawasi.

Loyal:

Setia dan teguh memperjuangkan budaya K3L meski menghadapi tantangan.

Jujur:

Bersikap terbuka dalam menginformasikan, melaporkan, dan memperbaiki hal-hal terkait keselamatan.

Mempengaruhi dan Dipengaruhi:

Mampu mengajak orang lain berubah ke arah keselamatan, dan siap menerima masukan untuk terus memperbaiki diri.

Tanggung Jawab:

Menyadari bahwa keselamatan adalah tugas bersama, bukan hanya tugas pihak tertentu.

Siapa yang harus mengamalkan 7 Pilar ini?

Semua anggota HSE Indonesia, tanpa kecuali, baik di bidang industri, pendidikan, komunitas, hingga masyarakat umum. Karena misi HSE Indonesia adalah membangun budaya K3L di seluruh lapisan masyarakat.

Kenapa penting memahami dan mengamalkan 7 Pilar ini?

Karena dengan mempraktikkan 7 Pilar, setiap anggota HSE Indonesia akan:

Menjadi agen perubahan keselamatan di lingkungannya,

Menjadi contoh hidup budaya K3L,

 Membantu mewujudkan Indonesia yang lebih aman, sehat, dan berdaya saing.

Siapa pendiri HSE Indonesia?

HSE Indonesia didirikan oleh Hendrajati, S.Pd, MT, C.STMI, S.PI, CLS, yang merupakan seorang praktisi keselamatan kerja dan ahli di bidang K3L. Beliau berpengalaman panjang dalam bidang keselamatan, baik di industri maupun sebagai pengajar dan penulis. Dibantu rekannya Wahib Abdullah S.ST. M.M. CBA. CCA, CHA, CSPHR

Apa saja program-program kegiatan HSE Indonesia?

HSE Indonesia memiliki berbagai program kegiatan untuk mengedukasi masyarakat dan meningkatkan kesadaran K3L, antara lain:

1.      Pelatihan dan Sertifikasi K3: Program pelatihan untuk mengembangkan kompetensi di bidang keselamatan, kesehatan, dan lingkungan kerja.

2.      Kampanye Keselamatan dan Kesehatan Kerja: Kegiatan sosial untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keselamatan di tempat kerja dan di lingkungan sekitar.

3.      Penyuluhan dan Seminar: Mengadakan seminar dan workshop untuk membahas isu-isu terkini terkait K3 dan lingkungan.

4.      Audit dan Konsultasi K3: Memberikan layanan audit keselamatan untuk perusahaan dan organisasi yang membutuhkan bantuan untuk menerapkan sistem K3 yang lebih baik.

5.      Program Sosialisasi Budaya K3L: Mempromosikan budaya K3L melalui berbagai media, termasuk media sosial dan acara-acara publik.

6.      Dan lain-lain sesuai OTP masing-masing daerah.

Siapa yang bertanggung jawab dalam menjalankan program-program HSE Indonesia?

Program-program HSE Indonesia dijalankan oleh tim pengurus organisasi bersama dengan anggota aktif yang tersebar di seluruh Indonesia.

Setiap program dilakukan dengan melibatkan masyarakat, perusahaan, dan pemerintah sebagai mitra dalam meningkatkan budaya K3L.

Apa manfaat bergabung dengan HSE Indonesia?

Bergabung dengan HSE Indonesia memberikan banyak manfaat, antara lain:

1.      Akses Pembinaan, pelatihan dan sertifikasi K3L yang diakui,

2.      Kesempatan untuk berkontribusi dalam kegiatan sosial yang meningkatkan kesadaran keselamatan,

3.      Dukungan dari komunitas yang memiliki tujuan yang sama untuk membudayakan keselamatan dan kesehatan kerja.

4.      Memiliki relasi, jejaring yang kuat dan mengakar di Indonesia.

5.      Ajang silaturahmi sesame penggiat & pencinta keselamatan  dari semua elemen bangsa Indonesia.